15 Juta Mobil di China Sudah Pakai NOA, Standar Kendaraan Pintar Diperbarui
kalbardaily.com – Penggunaan teknologi bantuan mengemudi semakin meluas di China. Hingga Agustus 2026, sekitar 15 juta mobil penumpang di negara tersebut telah dilengkapi Navigation on Autopilot (NOA), teknologi yang membantu kendaraan menjalankan fungsi berkendara dengan dukungan sistem navigasi dan bantuan pengemudi.
Data China Academy of Information and Communications Technology (CAICT) yang dikutip CnEVPost menunjukkan, sekitar 61 juta mobil penumpang di China telah menggunakan sistem bantuan pengemudi Level 2 (L2) per Agustus 2026. Kendaraan berteknologi NOA mencakup sekitar seperempat dari jumlah tersebut.
Angka itu merujuk pada kendaraan yang telah beroperasi di jalan raya, bukan jumlah penjualan mobil baru sepanjang 2026. Data tersebut menggambarkan luasnya adopsi teknologi bantuan mengemudi di pasar otomotif China.
Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah China juga mendorong pembaruan standar teknis untuk kendaraan terkoneksi dan teknologi mengemudi otonom. Langkah ini ditujukan untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan kebutuhan keselamatan dan regulasi.
Informasi mengenai adopsi NOA dan arah standardisasi kendaraan pintar tersebut disampaikan dalam World Intelligent Connected Vehicles Conference 2026 di Yizhuang, Beijing, pada 21–23 Oktober 2026.
China Perbarui Pedoman Standar Kendaraan Pintar
Dalam rangkaian konferensi pada 21 Oktober, Guo Shougang, pejabat yang membidangi industri peralatan di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), mengumumkan rancangan pedoman 2026 untuk pengembangan sistem standar teknis nasional kendaraan terkoneksi.
Dokumen tersebut dibuka untuk menerima masukan publik. China sebelumnya telah membangun kerangka standardisasi yang mencakup lebih dari 400 standar di bidang kendaraan terkoneksi cerdas, teknologi informasi dan komunikasi, transportasi cerdas, serta manajemen kendaraan.
Pembaruan pedoman diarahkan untuk memperluas standar bagi fungsi dan aplikasi kendaraan pintar. Aspek yang menjadi perhatian meliputi arsitektur sistem, komponen utama, keselamatan kendaraan secara menyeluruh, serta standar operasional dan layanan kendaraan otonom.
Standardisasi dinilai penting karena perkembangan kendaraan pintar tidak hanya berkaitan dengan penambahan fitur digital. Kemampuan sistem, batas penggunaan, dan kesiapan keselamatan juga perlu diatur agar teknologi dapat digunakan sesuai peruntukannya.
16 Juta Mobil Dilengkapi Terminal 5G
Selain sistem bantuan mengemudi, konektivitas kendaraan di China juga berkembang. Hingga Agustus 2026, sekitar 16 juta mobil penumpang telah dilengkapi terminal 5G, sedangkan sekitar dua juta kendaraan menggunakan terminal Cellular Vehicle-to-Everything (C-V2X).
C-V2X memungkinkan kendaraan berkomunikasi dengan elemen lain yang mendukung teknologi tersebut, seperti kendaraan lain dan infrastruktur jalan. Sistem ini menjadi salah satu fondasi pengembangan transportasi cerdas.
Perpaduan jaringan komunikasi, sensor, perangkat lunak, dan sistem bantuan mengemudi dapat membantu kendaraan mengenali kondisi di sekitarnya. Meski demikian, penerapannya tetap memerlukan standar keselamatan, infrastruktur pendukung, dan batas operasional yang jelas.
Pengembangan Kendaraan Otonom Level 3 Berlanjut
China juga melanjutkan program percontohan akses pasar bagi kendaraan dengan kemampuan mengemudi otonom Level 3 (L3). Dalam konferensi tersebut, Guo Shougang menyampaikan bahwa proses untuk gelombang kedua program percontohan sedang berlangsung.
Laporan Cailian pada 22 Oktober 2026 menyebutkan, pemerintah belum mengumumkan produsen dan model kendaraan yang masuk dalam gelombang kedua tersebut. Jadwal pemberian persetujuannya juga belum diungkapkan.
Sebelumnya, model kendaraan L3 dari Changan dan BAIC memperoleh persetujuan akses pasar bersyarat pada Desember 2025. Penggunaannya masih dibatasi pada ruas jalan dan kondisi operasional tertentu.
Berbeda dari sistem bantuan pengemudi L2, teknologi L3 memungkinkan sistem mengambil alih tugas mengemudi dalam kondisi yang telah ditentukan. Namun, kemampuan tersebut tidak berarti kendaraan dapat beroperasi secara otonom tanpa batas di semua jalan dan situasi.
Inovasi Otomotif Perlu Diimbangi Keselamatan
Peningkatan penggunaan NOA, terminal 5G, dan teknologi C-V2X menunjukkan arah pengembangan industri otomotif China menuju kendaraan yang semakin terhubung dan mengandalkan sistem digital.
Bagi produsen otomotif, persaingan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur canggih yang ditawarkan. Keandalan teknologi, kesiapan infrastruktur, dan kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi faktor penting.
Pembaruan standar nasional menjadi salah satu langkah untuk menyelaraskan inovasi dengan persyaratan teknis dan keselamatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi bantuan mengemudi dan kendaraan otonom dapat digunakan sesuai kemampuan sistem serta batas operasional yang telah ditetapkan.
