Tumpahan CPO Licinkan Jalan Sanggau-Sekadau, Satlantas Turun Bersihkan
kalbardaily.com – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sanggau bergerak cepat membersihkan tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Jalan Raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di kawasan Dusun Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kamis (29/10/2026).
Pembersihan dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat permukaan jalan yang licin. Ceceran minyak tersebut berisiko membuat kendaraan, terutama sepeda motor, kehilangan kendali saat melintas.
Sebanyak enam personel kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk menangani kondisi tersebut. Kegiatan dipimpin Kanit Turwali Satlantas Polres Sanggau Ipda Rizki Yusuf Dwi Nuranto bersama Kanit Kamsel Aipda Suriansyah.
Petugas membersihkan sisa minyak dengan menyapu dan menutup bagian jalan yang terdampak menggunakan material pasir. Langkah ini dilakukan agar permukaan aspal kembali aman dilalui kendaraan.
Kasat Lantas Polres Sanggau Andiet Tri Hatmojo mengatakan, penanganan segera dilakukan setelah ditemukan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
"Begitu ada potensi bahaya di jalan, kami berupaya merespons secepat mungkin. Tumpahan CPO dapat membuat permukaan jalan licin dan meningkatkan risiko kendaraan kehilangan kendali, sehingga harus segera ditangani," ujarnya.
Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Andiet menjelaskan, pembersihan tersebut tidak hanya bertujuan menghilangkan ceceran minyak, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalur penghubung Sanggau-Sekadau.
"Yang kami lakukan bukan sekadar membersihkan jalan, tetapi memastikan masyarakat yang melintas tidak menghadapi risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Setelah proses pembersihan selesai, kondisi lalu lintas di sekitar Dusun Penyeladi dilaporkan kembali normal dan lancar.
Kepolisian juga mengingatkan para pengemudi truk pengangkut CPO agar memastikan tangki muatan tertutup rapat dan tidak mengalami kebocoran selama perjalanan.
Pengawasan terhadap kendaraan angkutan hasil perkebunan dinilai penting untuk mencegah material muatan tercecer dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat yang melintas di jalur tersebut juga diimbau tetap berhati-hati serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tumpahan minyak atau material lain yang berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas.
