Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ragam Kuliner Khas Pontianak: Jelajah Cita Rasa Lezat Kaya Sejarah di Kota Khatulistiwa

✍️ Hendri Kurnia 🕒 24 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Pengkang
Pengkang Foto: (laman Bid TIK Polda Kepri)

Pontianak tidak hanya tersohor sebagai Kota Khatulistiwa yang dilintasi garis lintang nol derajat, tetapi juga merupakan surga bagi para pecinta wisata kuliner. Kekayaan seni masak-memasak di ibu kota Kalimantan Barat ini menyajikan harmoni cita rasa unik hasil akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, dan Dayak yang telah mengakar selama berabad-abad. Perpaduan rempah Nusantara dengan teknik memasak khas menjadikannya magnet wisata gastronomi yang selalu berhasil memikat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keberagaman latar belakang etnis di Pontianak melahirkan lanskap kuliner yang sangat dinamis. Setiap sajian hidangan tradisional di kota ini menyimpan rekam jejak sejarah peradaban, perdagangan, serta pembauran antarbudaya. Tak heran jika setiap suapan kuliner Pontianak selalu membawa kisah panjang tentang keharmonisan masyarakatnya yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Cita Rasa Gurih dan Lezat Sajian Utama khas Pontianak

Salah satu ikon kuliner yang paling memikat perhatian pecinta kuliner di Pontianak adalah Pengkang. Makanan tradisional ini terbuat dari beras ketan atau pulut yang diisi dengan udang ebi yang gurih. Adonan ketan tersebut kemudian dibungkus rapi menggunakan daun pisang dalam bentuk kerucut atau segitiga, lalu dijepit menggunakan bambu dan dipanggang di atas bara api tempurung kelapa. Proses pemanggangan ini memberikan aroma harum asap khas yang meresap sempurna ke dalam ketan. Pengkang biasanya disajikan bersama sambal kepah, yakni sambal olahan kerang sungai khas Pontianak yang memberikan sensasi pedas-manis nan gurih.

Selain Pengkang, kekayaan olahan Mi dan Kwetiau juga menjadi identitas kuliner Kota Khatulistiwa yang tak boleh terlewatkan. Kwetiau Goreng Pontianak terkenal dengan tekstur kwetiaunya yang kenyal namun lembut, dimasak menggunakan wajan cekung (wok) berapi besar sehingga menghasilkan aroma khas wok hei. Dipadukan dengan potongan daging sapi, jeroan, daun caisim, dan tauge segar, sajian ini menghadirkan rasa gurih manis yang kaya.

Tak kalah legendaris, keberadaan Soto Pontianak juga menjadi buruan utama para pelancong. Berbeda dengan soto dari daerah Jawa atau Sumatra, soto di Pontianak memiliki kuah bening dengan aroma rempah yang lembut namun tetap kaya rasa. Biasanya disajikan dengan irisan daging sapi empuk, pelengkap seperti tauge, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Salah satu kedai yang paling terkenal dalam menyajikan hidangan ini adalah Soto Bang Ahok. Kedai ini selalu dipadati pengunjung setiap harinya karena konsistensi rasanya yang tetap terjaga sejak puluhan tahun lalu.

Kudapan Manis dan Camilan Tradisional yang Menggugah Selera

Tidak hanya makanan berat yang menggoda, Pontianak juga menyimpan beragam hidangan penutup (dessert) dan camilan ringan dengan cita rasa manis nan memanjakan lidah. Salah satunya adalah Lek Tau Suan, kudapan manis hangat khas masyarakat Tionghoa Pontianak yang terbuat dari bubur kacang hijau yang telah dikupas kulitnya. Bubur ini dimasak dengan kuah kental bening berbahan pati sagu yang diberi aroma harum daun pandan. Sebagai pelengkap, Lek Tau Suan disajikan bersama potongan cakwe yang renyah di luar dan lembut di dalam, memberikan tekstur unik saat disantap.

Camilan lain yang tak kalah populer adalah Choi Pan atau yang kerap disebut dengan Chai Kue. Kudapan kukus ini terbuat dari adonan tepung beras dan tepung tapioka yang ditipiskan, lalu diberi berbagai macam isian seperti bengkuang pasrah, kucai, talas, hingga ebi. Setelah dikukus hingga transparan, Choi Pan disiram dengan minyak bawang putih goreng yang harum serta disajikan bersama cocolan sambal cabai yang asam pedas segar.

Bagi penggemar roti, Roti Srikaya khas Pontianak adalah sajian wajib untuk menemani waktu santai di pagi atau sore hari. Roti kukus atau panggang bertestur lembut ini diisi dengan selai srikaya buatan rumah yang berbahan dasar telur, gula, dan santan alami. Manisnya selai srikaya yang lumer di mulut sangat pas disandingkan dengan secangkir kopi hitam hangat di warung-warung kopi legendaris yang tersebar di sepanjang sudut kota.

Minuman Segar Pemungkas Dahaga di Garis Khatulistiwa

Memiliki iklim tropis yang cenderung panas karena berada tepat di garis khatulistiwa, Pontianak memiliki beragam hidangan minuman tradisional yang sangat menyegarkan. Es Tebu Telok adalah salah satu minuman khas yang paling dicari untuk melepaskan dahaga. Minuman ini dibuat dari perasan air tebu alami yang dikombinasikan dengan sari buah telok (sejenis jeruk kecil lokal dengan rasa asam manis segar) serta es batu. Kombinasi rasa manis alami tebu dan kesegaran citrus dari buah telok memberikan rasa segar yang begitu unik dan instan memulihkan stamina.

Selain itu, Es Liang Teh dan Es Ce Hun Tiau juga menjadi favorit warga lokal. Ce Hun Tiau merupakan minuman penutup berupa olahan adonan tepung sagu berbentuk mi tipis bening yang disajikan bersama ketan hitam, kacang merah, bongko (kue hijau berbahan tepung beras), dan disiram kuah santan serta gula merah cair yang dingin. Kesegaran manis gurihnya menjadi penutup yang sempurna setelah puas menjelajahi ragam wisata kuliner gurih di Pontianak.

Jejak Akulturasi dan Warisan Budaya yang Terjaga

Kuliner khas Pontianak bukan sekadar pemuas rasa lapar, melainkan simbol keberagaman dan simbol toleransi antar-etnis yang telah terjalin lama di tanah Kalimantan Barat. Keharmonisan antara suku Melayu, Tionghoa, Dayak, serta para pendatang lainnya tercermin nyata dalam dapur-dapur produksi kuliner lokal. Penggunaan bumbu dan teknik memasak yang saling memengaruhi melahirkan cita rasa hidangan yang autentik dan tidak ditemukan di daerah lain.

Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus berkomitmen untuk menjaga keaslian resep-resep warisan leluhur ini. Festival kuliner tahunan serta penataan kawasan wisata kuliner, seperti di Jalan Gajah Mada dan kawasan Jalan Diponegoro, makin memperkuat posisi Pontianak sebagai destinasi wisata gastronomi utama di Indonesia. Menjelajahi kuliner Pontianak adalah cara terbaik untuk memahami sejarah, budaya, dan kehangatan masyarakat Kota Khatulistiwa.

HK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update