Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Meriahkan HUT Kota Pontianak ke-255, Ribuan Warga Menari Jepin Bersama di Tepi Sungai Kapuas

✍️ Hendri Kurnia 🕒 24 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Jepin massal meriahkan peringatan hari jadi ke 255 Kota Pontianak.
Jepin massal meriahkan peringatan hari jadi ke 255 Kota Pontianak. Foto: Prokopim Pontianak

PONTIANAK — Kemeriahan luar biasa mewarnai perayaan Puncak Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Ribuan masyarakat dari berbagai elemen tumpah ruah memadati pusat kota untuk ambil bagian dalam peragaan Tari Jepin Massal, sebuah tarian tradisional khas Melayu yang menjadi penanda kebersamaan dan keharmonisan warga Kota Khatulistiwa.

Atraksi tarian kolosal ini menjadi magnet utama rangkaian peringatan ulang tahun kota, menyatukan langkah kaki dan keindahan gerak ribuan peserta dari jajaran pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga sipil yang mengenakan pakaian adat khas Melayu.

Tahun ini, peringatan hari jadi mengangkat tema "Tangguh Bersahabat". Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan Kota Pontianak sebagai daerah yang pantang menyerah dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keramahan, toleransi, dan keharmonisan sosial antaretnis yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

Secara berkala, gelaran Jepin Massal ini tidak sekadar disajikan sebagai panggung hiburan rakyat semata, melainkan juga dinilai sebagai benteng pelestarian seni budaya lokal agar tetap mengakar kuat di tengah gempuran modernisasi. Melalui ritme musik Melayu yang dinamis dan rancak, perayaan ini berhasil merekatkan keakraban seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.

Sinergi Budaya dan Semangat Pembangunan Kota

Atmosfer perayaan terasa kian hangat ketika alunan musik tradisional Melayu mulai bergema, mengiringi setiap gerakan serempak para penari. Keindahan kostum tradisional Melayu, seperti Teluk Belanga bagi kaum pria dan Baju Kurung lengkap dengan kain corak insang bagi kaum wanita, memperelok pemandangan di sepanjang lokasi acara.

Pelaksanaan perayaan tahun ini menegaskan posisi Kota Pontianak sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu yang kaya di pulau Kalimantan. Selain pementasan budaya, momentum berharga ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Pontianak untuk merefleksikan kembali capaian pembangunan yang telah diraih serta merumuskan arah langkah masa depan kota.

Dalam sambutan resminya, Pj Wali Kota Pontianak menyampaikan rasa syukur mendalam atas perjalanan panjang sejarah Kota Pontianak yang kini genap berusia 255 tahun. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan kondusivitas yang tercipta di Kota Khatulistiwa tidak lepas dari peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Mengenai makna di balik pemilihan tema tahun ini, Pj Wali Kota Pontianak menyampaikan:

"Tema 'Tangguh Bersahabat' ini menggambarkan semangat masyarakat Kota Pontianak yang pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus tetap menjaga keharmonisan, kerukunan, dan keramahan dalam kehidupan bermasyarakat."

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam merawat identitas kota yang ramah namun memiliki daya saing yang kuat.

Melestarikan Jepin sebagai Identitas Kebanggaan Komunal

Tari Jepin memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam struktur kebudayaan Melayu di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak. Sebagai tarian komunal yang sarat akan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan rasa syukur, Jepin telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Penggelaran Tari Jepin secara kolosal dalam skala masif ini menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan kembali kekayaan warisan leluhur kepada generasi muda. Anak-anak muda, pelajar, hingga mahasiswa nampak antusias memperagakan setiap simpul gerakan Jepin dengan penuh semangat di samping para sesepuh kota.

Menyoroti antusiasme warga serta pentingnya melestarikan warisan budaya lokal tersebut, Pj Wali Kota Pontianak kembali menegaskan:

"Momen perayaan Hari Jadi ke-255 ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya Melayu, salah satunya melalui Tari Jepin Massal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat."

Keterlibatan aktif generasi muda dalam gelaran budaya ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa identitas lokal Pontianak akan terus terjaga keberlangsungannya di masa depan.

Harapan Masa Depan dan Antusiasme Warga

Tak sekadar dihadiri oleh warga lokal, perayaan Puncak Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak ini juga berhasil menyedot perhatian para wisatawan domestik hingga mancanegara yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung eksotisme budaya Melayu Kalimantan Barat.

Geliat ekonomi kreatif dan UMKM lokal pun turut merasakan dampak positif dari keramaian perayaan ini. Para pedagang kuliner khas, kerajinan tangan, hingga penyedia sewa pakaian adat meraih keberkahan limpahan rezeki sepanjang perhelatan acara.

Pemerintah Kota Pontianak berharap momentum Hari Jadi ke-255 ini dapat menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh warga kota untuk terus bergandengan tangan, menjaga kebersihan, ketertiban, serta kerukunan antatumat beragama dan suku.

Ke depan, nilai ketangguhan dan pertemanan yang diusung dalam tema tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai slogan tahunan semata, melainkan membumi dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Kota Pontianak terbukti mampu berdiri kokoh melintasi zaman berkat fondasi kebudayaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang tidak pernah padam.

Rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, ketenteraman, dan kemajuan Kota Pontianak di masa-masa yang akan datang, diiringi tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang memadati area perayaan.

HK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update