Danantara Dorong Transformasi Pelayanan BUMN, Kualitas Layanan Jadi Tolok Ukur Kinerja
kalbardaily.com – Kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu tolok ukur utama kinerja direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan negara tidak cukup dinilai dari pencapaian finansial, tetapi juga dari mutu layanan yang diberikan kepada publik.
“Parameter bagi seluruh direksi BUMN bagi saya adalah seberapa besar mereka mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, tidak hanya finansial,” ujar Dony dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Dony, pelayanan yang baik menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan bisnis sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan. Di tengah perubahan lingkungan usaha, BUMN dituntut mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kualitas pengalaman masyarakat.
“Orang yang memenangkan persaingan adalah orang yang memberikan pelayanan yang baik,” kata Dony.
Ia mengingatkan bahwa persaingan bisnis saat ini semakin ketat sehingga perusahaan negara tidak bisa lagi mengandalkan pola kerja lama. Peningkatan mutu layanan harus menjadi perhatian serius agar BUMN tetap kompetitif dan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kita tidak lagi hidup di zaman 20 tahun yang lalu, ketika kita tidak memiliki kompetitor. Kita tidak bisa main-main dengan pelayanan,” ujarnya.
Dony menilai, orientasi terhadap pelanggan perlu menjadi bagian dari strategi perusahaan. Dengan demikian, upaya mencapai target keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Untuk mendorong perubahan tersebut, BP BUMN bersama Danantara Indonesia memperkuat standar pelayanan dan budaya kerja yang berorientasi pada pelanggan melalui semangat Melayani Sepenuh Hati.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Program ini mendorong peningkatan kualitas pelayanan di berbagai sektor BUMN melalui penilaian berdasarkan tiga indikator, yaitu effectiveness atau ketepatan layanan, ease atau kemudahan layanan, dan emotion atau kenyamanan pelanggan.
Ajang tersebut mencakup kategori Grand Champion, delapan Sector Champions, serta Top 100 BUMN. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih penghargaan Grand Champion.
Dony menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata ajang untuk menentukan perusahaan yang unggul. Lebih dari itu, CX100 Award diharapkan membangun pola pikir bahwa pelayanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
“Jangan melihat siapa menang dan siapa kalah. Paling penting adalah membangun pola pikir bahwa pelayanan menjadi kunci untuk membuat perusahaan kita berkelanjutan ke depannya,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut mendorong seluruh BUMN memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Kita punya komitmen yang sama untuk melakukan transformasi di sisi pelayanan yang dilakukan oleh BUMN kita. Ini adalah bentuk kontribusi kita kepada bangsa,” ujar Dony.
Sinergi BP BUMN dan Danantara Indonesia diharapkan dapat memperkuat transformasi pelayanan, meningkatkan daya saing perusahaan negara, serta menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
