Pencarian 3 Hari Berakhir Duka, Pemuda Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan di Embaloh Hilir
Operasi pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan dan warga setempat akhirnya menemui titik terang. Kuwierianus Mardi (21), seorang pemuda yang dilaporkan hilang tenggelam setelah terjatuh dari sampannya di aliran Sungai Kapuas, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Jasad korban berhasil dievakuasi di perairan Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, setelah melalui proses pencarian dramatis selama tiga hari berturut-turut.
Penemuan ini sekaligus menutup lembaran pencarian yang telah dilakukan sejak korban dinyatakan hilang pada Kamis (29/10/2026). Peristiwa nahas tersebut bermula ketika Kuwierianus tengah menjalankan aktivitas rutinnya memasang pukat penangkap ikan di perairan sungai. Diduga karena kondisi medan perairan yang berarus dan situasi yang kurang menguntungkan, korban kehilangan keseimbangan, terjatuh dari sampan kecil yang ditumpanginya, lalu tenggelam ditelan ganasnya arus Sungai Kapuas.
Sejak laporan insiden pertama kali diterima, aparat kepolisian setempat bersama unsur SAR gabungan, relawan, dan masyarakat langsung bergerak cepat menyisir titik-titik koordinat yang dicurigai menjadi jalur hanyutnya korban. Berbagai upaya penyisiran menggunakan perahu mesin serta penyelaman di beberapa titik rawan terus digencarkan. Kerja keras tim di lapangan akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu pagi (31/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, di mana jenazah korban ditemukan mengapung di wilayah hukum Kecamatan Embaloh Hilir.
Menanggapi insiden yang merenggut nyawa pemuda berusia 21 tahun ini, pihak kepolisian melalui jajaran Polres Kapuas Hulu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra dan mengutamakan faktor keselamatan diri saat harus beraktivitas di perairan, khususnya sungai besar dengan karakteristik arus yang dalam dan tak terduga. Penggunaan alat pelindung diri seperti pelampung atau perlengkapan keselamatan yang memadai sangat ditekankan guna menghindari terulangnya musibah serupa di masa mendatang.
Setelah berhasil dievakuasi dari perairan Desa Ujung Bayur, jenazah Kuwierianus Mardi langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna prosesi pemakaman secara layak. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat, keluarga korban telah menerima musibah ini dengan lapang dada sebagai sebuah takdir.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga yang menyatakan telah ikhlas atas kepergian korban.
"Keluarga juga telah menyatakan menerima dan mengikhlaskan kepergian korban serta tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut," tutur Jamali.
Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri penanganan hukum atau investigasi lanjutan atas insiden kecelakaan air ini, karena murni dipandang sebagai musibah kecelakaan saat mencari nafkah. Dengan ditemukannya korban di wilayah hilir sungai, operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dipulangkan ke kesatuan serta instansi masing-masing, sementara warga setempat turut membantu proses pemakaman almarhum di kampung halamannya.
