Sabtu, 31 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Andovi Soroti Peserta Bukan Mahasiswa di Acara yang Dihadiri Raffi Ahmad

✍️ Lilis Handayani 🕒 31 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Andovi Soroti Peserta Bukan Mahasiswa di Acara yang Dihadiri Raffi Ahmad
Andovi Soroti Peserta Bukan Mahasiswa di Acara yang Dihadiri Raffi Ahmad Foto: istimewa

kalbardaily.com – Konten kreator Andovi da Lopez menyampaikan kritik terbuka kepada Raffi Ahmad terkait kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Kritik itu disampaikan Andovi melalui video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya pada Jumat (30/10/2026). Ia menegaskan, sorotannya bukan ditujukan kepada Raffi sebagai figur hiburan, melainkan terhadap tanggung jawabnya dalam kapasitas sebagai pejabat yang menangani pembinaan generasi muda dan pekerja seni.

Andovi mengaku sempat ragu untuk menyampaikan kritik tersebut. Menurutnya, pengaruh Raffi di industri hiburan membuat dirinya khawatir terhadap kemungkinan kehilangan hubungan profesional.

Namun, ia kemudian mempertanyakan alasan dirinya harus diam ketika muncul persoalan dalam kegiatan yang membawa nama mahasiswa tersebut.

Dalam videonya, Andovi juga menyinggung pertanyaan dari kreator konten lain, Fatian Pujakesuma, yang mempertanyakan mengapa rekan-rekan sesama figur publik tidak berani menyampaikan kritik kepada Raffi.

Andovi mengatakan pertanyaan itu membuatnya mengevaluasi sikapnya sendiri. Ia merasa perlu menyuarakan persoalan tersebut meskipun mengakui adanya rasa takut.

Kritik Andovi berpusat pada munculnya peserta deklarasi yang belakangan diketahui bukan mahasiswa. Salah seorang peserta bahkan disebut mengaku menerima bayaran untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Menurut Andovi, persoalan itu perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai gerakan mahasiswa dan aspirasi yang mereka sampaikan.

Ia menilai, kehadiran peserta yang bukan mahasiswa dengan atribut atau identitas yang menimbulkan kesan sebagai mahasiswa dapat mengaburkan pemahaman publik terhadap gerakan mahasiswa yang berlangsung di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026.

Andovi juga mempertanyakan sejauh mana Raffi mengetahui kondisi di lapangan ketika menghadiri deklarasi pada 29 Oktober 2026.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Andovi menilai Raffi perlu mencari tahu persoalan yang muncul, termasuk ketika mengaku tidak mengetahui detail penyelenggaraan kegiatan.

Raffi Ahmad Tegaskan Hanya Hadir sebagai Undangan

Sebelumnya, Raffi Ahmad telah memberikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial pada Jumat malam (30/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan deklarasi tersebut sebatas memenuhi undangan. Raffi mengaku baru menerima informasi mengenai acara itu pada malam sebelum kegiatan berlangsung.

“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam proses perencanaan maupun penyusunan kegiatan. Raffi mengaku tidak mengetahui secara terperinci susunan acara dan pihak-pihak yang hadir.

“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” lanjutnya.

Raffi turut menyampaikan bahwa dirinya menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki arti penting.

Ia juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan, tetapi mengingatkan masyarakat agar memastikan kebenaran informasi sebelum menarik kesimpulan.

Polemik ini mencuat setelah deklarasi yang digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Raffi Ahmad dan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Sorotan terhadap peserta yang bukan mahasiswa kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses perekrutan dan penyelenggaraan kegiatan. Sementara itu, Raffi menyatakan kehadirannya tidak berkaitan dengan proses perencanaan acara.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update