Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Transformasi Ekonomi Kubu Raya: Penataan Pasar Rakyat Sungai Kakap Menuju Sentra UMKM Modern

✍️ Hendri Kurnia 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Pemkab Kubu Raya jajaki pemanfaatan bangunan terbengkalai di Sungai Kakap yang akan dijadikan pasar rakyat.
Pemkab Kubu Raya jajaki pemanfaatan bangunan terbengkalai di Sungai Kakap yang akan dijadikan pasar rakyat. Foto: ANTARAFOTO

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya secara resmi mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi perekonomian lokal melalui program revitalisasi serta penataan kawasan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Pasar Sungai Kakap. Langkah konkret ini dihadirkan guna menyulap aset-aset daerah yang selama ini kurang optimal agar bertransformasi menjadi pusat aktivitas publik yang produktif, sekaligus mendongkrak omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Proyek penataan kawasan sentra perdagangan tradisional ini diproyeksikan dapat tuntas sepenuhnya serta mulai beroperasi secara optimal pada penghujung Desember 2026. Kehadiran ruang publik baru yang terintegrasi dengan sentra kuliner rakyat tersebut diyakini mampu mendongkrak gairah perniagaan masyarakat setempat, mengingat kawasan pelabuhan dan pasar tradisional Sungai Kakap selama ini dikenal sebagai salah satu titik nadi mobilitas perdagangan regional yang memiliki tingkat kunjungan serta aktivitas harian yang sangat padat.

Dalam peninjauan langsung yang dilakukan di lokasi proyek, pemerintah daerah memastikan bahwa tahapan pekerjaan fisik digenjot secara maksimal setelah dialokasikannya anggaran melalui APBD Perubahan. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan penegasan terkait prioritas pembangunan tahap awal ini di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Rencananya kemarin kita akan bangun kios di sisi-sisi ini. Tetapi karena keterbatasan anggaran, maka kita prioritaskan Pujasera ini dulu. Tahun depan pasti kita bangun, sehingga nantinya dua sisi kanan dan kiri bisa tertata,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa meski pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran, komitmen pemerintah untuk merombak total wajah kawasan Pasar Sungai Kakap tetap berjalan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Pembangunan lanjutan yang mencakup penyediaan blok kios pedagang serta penataan pelataran parkir secara komprehensif dipastikan masuk dalam agenda prioritas tahun anggaran berikutnya.

Selain berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik bangunan kuliner dan niaga, pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap penataan sistem pendukung kawasan, terutama manajemen fasilitas parkir. Mengingat tingginya arus kendaraan barang maupun pengunjung yang keluar masuk kawasan pesisir tersebut setiap harinya, pembenahan tata kelola ruang parkir dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi kemacetan sekaligus memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat luas yang datang bertransaksi. Lonjakan aktivitas harian ini tercermin dari tingginya mobilitas warga, termasuk tingginya volume kendaraan bermotor yang memanfaatkan fasilitas parkir inap di seputaran kawasan pasar setiap malamnya.

Transformasi kawasan Pasar Sungai Kakap ini juga erat kaitannya dengan upaya pemerintah daerah dalam merawat tradisi dan budaya lokal yang melekat di tengah masyarakat, seperti perhelatan festival budaya Robo-Robo yang setiap tahunnya menarik minat ribuan pengunjung ke wilayah tersebut. Dengan adanya fasilitas Pujasera yang bersih, tertata rapi, dan representatif, para pengunjung maupun wisatawan nantinya dapat menikmati berbagai sajian kuliner lokal dalam suasana yang jauh lebih tertib dan nyaman.

Melalui strategi pembangunan yang terarah ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimis bahwa kawasan Pasar Rakyat Sungai Kakap tidak hanya akan berfungsi sekadar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli barang kebutuhan pokok saja. Lebih dari itu, kawasan tersebut diproyeksikan menjelma menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi kerakyatan, ruang interaksi sosial yang harmonis, serta wadah pemberdayaan yang berkelanjutan bagi ribuan pelaku UMKM lokal demi mewujudkan kemandirian ekonomi di Bumi Kubu Raya.

HK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update