Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Progres Tol IKN Seksi 3A2 Tembus 91 Persen, Sisa 3 Persen Lahan Dikebut untuk Nataru

✍️ Hendri Kurnia 🕒 26 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Project Manager Tol IKN Segmen 3A2 dan Segmen 5B PT Hutama Karya, James Satria.
Project Manager Tol IKN Segmen 3A2 dan Segmen 5B PT Hutama Karya, James Satria. Foto: detik.com

Pengerjaan infrastruktur penghubung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya pada ruas Jalan Tol IKN Seksi 3A2, kini mencatatkan progres fisik yang signifikan di angka 91,42 persen. Kendati demikian, penyelesaian proyek strategis nasional ini masih menyisakan sedikit tantangan di sektor pengadaan tanah, di mana proses pembebasan lahan tercatat kurang lebih tinggal menyisakan 3 persen lagi yang sedang berjalan secara intensif.

Secara keseluruhan, akumulasi pembebasan lahan untuk segmen tersebut sebenarnya telah menyentuh angka 97 persen dari total keseluruhan wilayah yang dibutuhkan. Area yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi serta peninjauan lapangan terletak di sekitar kawasan pintu keluar tol atau exit toll ramp 5A dan 5B. Titik krusial tersebut berada di wilayah Kota Balikpapan, atau tepatnya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawasan Kilometer 11 Balikpapan Utara, dengan luas lahan tersisa yang belum dibebaskan berkisar di angka 1,54 hektare.

Menanggapi situasi di lapangan, Project Manager Tol IKN Segmen 3A2 dan Segmen 5B PT Hutama Karya, James Satria memberikan penjelasan terperinci mengenai kendala teknis yang sedang dihadapi oleh tim gabungan. Pihaknya menegaskan bahwa proses penyelesaian sisa lahan tersebut senantiasa dikawal secara ketat melalui koordinasi aktif bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang pengadaan tanah serta jajaran tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Kami masih terkendala pembebasan lahan. Masih menyisakan kurang lebih 3 persen lahan yang belum bebas dan berproses. Dengan pendampingan PPK dan Kementerian PU," ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Lebih lanjut, ia juga merinci letak geografis serta cakupan wilayah yang menjadi fokus penyelesaian akhir oleh konsorsium pembangunan. Luasan tanah yang belum sepenuhnya tuntas tersebut tidak tersebar secara masif, melainkan terkonsentrasi pada titik-titik akses keluar tol penunjang konektivitas regional.

"Sudah 97 persen lahan yang sudah bebas. Titiknya masih masuk wilayah Kota Balikpapan, tepatnya 1,5 kilometer dari Km 11 Balikpapan Utara," kata James.

Walaupun menyisakan persentase lahan yang belum sepenuhnya klir, pihak PT Hutama Karya memastikan bahwa kondisi tersebut tidak akan memberikan dampak negatif atau mengganggu target operasional yang telah dicanangkan sebelumnya. Target yang dimaksud adalah pembukaan jalur secara fungsional terbatas, yang dipersiapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan masyarakat selama momentum libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Tidak besar, sekitar 1,54 hektare. Makanya ini tidak mempengaruhi terhadap fungsional Nataru nanti," pungkasnya.

Berdasarkan lini masa kontrak kerja yang telah disepakati, durasi pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur jalan bebas hambatan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 21 Desember 2023 dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada 31 Desember 2026. Dengan pencapaian progres fisik yang telah menembus angka 91,42 persen, kehadiran ruas tol ini nantinya diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan serta mempermudah mobilitas masyarakat dari arah Balikpapan maupun Samarinda menuju kawasan inti pusat pemerintahan IKN tanpa harus memutar jalur perjalanan lebih jauh lagi.

HK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update