AC Milan Tumbang 2-4 dari Bologna, Amorim Soroti Kelelahan Pemain
kalbardaily.com – AC Milan harus segera berbenah setelah menelan kekalahan 2-4 dari Bologna dalam lanjutan kompetisi Serie A. Pelatih Ruben Amorim menilai kelelahan pemain dan keterbatasan rotasi menjadi sejumlah faktor yang membuat timnya kehilangan kendali permainan pada babak kedua.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Milan karena mereka harus segera mempersiapkan diri menghadapi rival sekota, Inter Milan, dalam Derby della Madonnina yang dijadwalkan berlangsung Minggu (1/11/2026) dini hari WIB.
Dikutip dari SempreMilan, Kamis (29/10/2026), Amorim mengaku telah melihat tanda-tanda menurunnya energi pemain sejak awal pertandingan di San Siro.
Milan sempat tertinggal setelah Samuel Mbangula mencetak gol untuk Bologna. Namun, tuan rumah mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga turun minum melalui dua gol Alphadjo Cisse.
Selepas jeda, momentum pertandingan berubah. Gol bunuh diri pemain Milan membuat kedudukan kembali imbang, sebelum Mbangula mencetak gol keduanya dan melengkapi hattrick untuk membawa Bologna menang 4-2.
Amorim Akui Energi Pemain Menurun
Dalam wawancara dengan DAZN seusai pertandingan, Amorim menyebut jadwal yang padat serta absennya sejumlah pemain memengaruhi kemampuan Milan mempertahankan intensitas permainan.
“Banyak pertandingan, banyak pemain yang absen, dan sedikit kelelahan mulai terasa,” kata Amorim.
Ia menegaskan, kekalahan tersebut tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan masalah kebugaran atau cedera. Menurutnya, Milan juga kesulitan menjaga tekanan terhadap lawan karena pilihan pemain untuk melakukan rotasi terbatas.
“Saya tidak mengatakan kami kalah karena cedera,” ujarnya.
“Saya pikir kami kekurangan energi dan karena tidak bisa melakukan rotasi sesering yang dibutuhkan, sulit bagi kami untuk terus menekan dan memainkan sepak bola sesuai keinginan,” lanjutnya.
Amorim menilai konsistensi dalam menjalankan pola permainan menjadi pekerjaan penting bagi Milan. Ketika tim tidak mampu mempertahankan pendekatan yang telah disiapkan, lawan memiliki kesempatan untuk mengambil alih pertandingan.
“Ketika kami berhenti memainkan sepak bola kami, kami akan kesulitan,” katanya.
Pelatih tersebut juga mengingatkan bahwa perubahan gaya bermain membutuhkan waktu. Ia mengaku baru sekitar dua bulan menangani tim sehingga masih memerlukan proses untuk membuat para pemain menjalankan pendekatan barunya secara konsisten sepanjang pertandingan.
Kondisi Tomori Dipantau Jelang Derby
Selain mengevaluasi performa tim, Amorim turut menyoroti kondisi bek Fikayo Tomori yang mengalami masalah dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Situasi Tomori menjadi perhatian karena Milan memiliki waktu persiapan yang terbatas sebelum menghadapi Inter Milan. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah sang pemain dapat diturunkan dalam laga tersebut.
“Kami akan mengetahui siapa yang bisa bermain dan bagaimana mempersiapkan pertandingan besok,” kata Amorim.
“Tomori mengalami masalah dan kondisinya perlu dievaluasi,” ujarnya.
Milan perlu memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memeriksa kebugaran pemain, mengevaluasi kesalahan saat menghadapi Bologna, dan menentukan komposisi tim untuk pertandingan berikutnya.
Amorim Minta Milan Segera Bangkit
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Amorim menegaskan timnya harus segera mengalihkan perhatian ke laga berikutnya. Ia tidak ingin persoalan cedera maupun kelelahan menjadi alasan untuk menghindari evaluasi.
“Saya tidak berada di sini untuk mencari alasan, saya menginginkan tim yang terus berkembang dan saya yakin kami bisa melakukannya,” kata Amorim.
Ia juga menekankan tingginya tuntutan terhadap klub sebesar AC Milan yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Italia dan Eropa.
“Kami adalah Milan dan kami harus selalu menang,” ujarnya.
Bagi Milan, persiapan menghadapi Inter kini menjadi prioritas. Pembenahan kondisi fisik, evaluasi permainan, dan penentuan pemain yang siap tampil akan menjadi bagian penting dalam upaya mereka merespons kekalahan dari Bologna.
