Naik Dango Dayak Kanayatn Meriah, Ratusan Stan UMKM Ramaikan Festival
kalbardaily.com - Tradisi adat Naik Dango kembali menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata di Kalimantan Barat. Perayaan tahunan masyarakat Dayak Kanayatn ini berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga dari berbagai daerah.
Naik Dango merupakan ritual adat sebagai ungkapan syukur kepada Jubata atau Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi. Tradisi ini juga menjadi bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan untuk musim tanam berikutnya.
Salah satu prosesi utama ditandai dengan penyerahan padi hasil panen atau padi ba'a ke dalam dango, yakni lumbung padi. Padi tersebut dibawa oleh perwakilan rumpun keluarga sebagai bagian dari rangkaian adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain prosesi adat, kegiatan ini turut diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan olahraga tradisional. Pengunjung dapat menyaksikan tarian kolosal, pertunjukan musik tifa dan gawai, serta perlombaan permainan tradisional, seperti sumpit dan gasing.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya Dayak Kanayatn. Naik Dango juga mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana kebersamaan dan silaturahmi.
UMKM Ikut Meramaikan Naik Dango
Kemeriahan Naik Dango turut memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka. Ratusan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati kawasan acara dengan menawarkan aneka kuliner khas, kerajinan tangan, hingga pakaian adat Dayak.
Kehadiran stan UMKM menjadikan festival ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Naik Dango menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kekayaan budaya daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kalimantan Barat. Melalui rangkaian ritual, pertunjukan seni, dan kegiatan ekonomi rakyat, tradisi ini terus menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Dayak Kanayatn.
Pelestarian Naik Dango diharapkan dapat menjaga keberlangsungan adat leluhur sekaligus memperluas pengenalan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat dari luar daerah.
