Rabu, 16 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Tingkatkan Ekonomi Pesisir, DKP Kalbar dan KIPP Tebar 5.000 Bibit Kerapu di Desa Pelapis Kayong Utara

✍️ Lilis Handayani 🕒 15 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
Tingkatkan Ekonomi Pesisir, DKP Kalbar dan KIPP Tebar 5.000 Bibit Kerapu di Desa Pelapis Kayong Utara
Tingkatkan Ekonomi Pesisir, DKP Kalbar dan KIPP Tebar 5.000 Bibit Kerapu di Desa Pelapis Kayong Utara Foto: Istimewa

KalbarDaily.com  — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menyalurkan bantuan 5.000 bibit ikan kerapu ke keramba jaring apung (KJA) milik Kelompok Nelayan Bina Warga di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara. Program ini dihadirkan guna memperkuat sektor budidaya laut sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nelayan setempat.

Proses pemeliharaan budidaya kerapu ini diproyeksikan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan sampai memasuki masa panen.

"Kami memberikan bantuan bibit ikan kerapu untuk kelompok nelayan di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap dengan bantuan ini kelompok dapat membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut," ujar Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalbar, Bustami, di Pontianak, Selasa (15/9/2026).

"Bantuan bibit kerapu diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok penerima," jelasnya.

Pendampingan Teknis dan Penguatan Akses Pasar

Guna memastikan pertumbuhan ikan optimal dan meminimalkan risiko gagal panen, DKP Kalbar bersama pihak KIPP berkomitmen memberikan pendampingan teknis pemeliharaan secara berkala kepada kelompok penerima.

"Selanjutnya, KIPP bekerja sama dengan DKP untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal," tutur Bustami.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan ini bertujuan membangun usaha berbasis masyarakat yang produktif dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.

"Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan," kata Sugeng.

Respons dan Harapan Nelayan Desa Pelapis

Bantuan serta rencana pendampingan ini disambut positif oleh jajaran pengurus kelompok nelayan penerima manfaat. Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasinya dan berharap keberhasilan budidaya ini kelak memicu minat nelayan lain di wilayah kepulauan Kayong Utara.

“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi," ungkap Kusmanto.

Ia mengakui bahwa meski para anggotanya memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi laut, panduan teknis khusus untuk budidaya kerapu di keramba tetap sangat dibutuhkan.

"Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan," katanya.

Meta Deskripsi

Tagging / Kata Kunci

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update