Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Komunitas UMKM Borneo Istimewa Bina 600 Pelaku Usaha di Kalbar agar Naik Kelas

✍️ Lilis Handayani 🕒 06 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Komunitas UMKM Borneo Instimewa saat menggelar promosi produk UMKM, di Mega Mall A Yani, Pontianak, Kamis, 5 November 2026.
Komunitas UMKM Borneo Instimewa saat menggelar promosi produk UMKM, di Mega Mall A Yani, Pontianak, Kamis, 5 November 2026. Foto: istimewa

kalbardaily.com – Komunitas UMKM Borneo Istimewa terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat. Melalui pelatihan dan promosi produk, komunitas ini mendorong anggotanya meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pemasaran.

Pembina Komunitas UMKM Borneo Istimewa, Edi Suprianto, mengatakan saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 600 anggota yang tersebar di Kalbar. Pembinaan didukung 22 pendamping dan 15 tenaga pelatih.

Salah satu bentuk dukungan terhadap pemasaran produk dilakukan melalui kegiatan pameran yang diinisiasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak di Mega Mall A Yani, Kamis (5/11/2026).

Pameran tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan.

Edi menjelaskan, pendampingan komunitas tidak hanya berfokus pada kemampuan produksi dan penjualan. Para anggota juga mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran digital, serta keterampilan lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

“Di komunitas kami berbagai macam kegiatan dilakukan, mulai dari pelatihan di bidang produksi, pemasaran, keuangan, digital marketing, dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi menjadi salah satu perhatian dalam pembinaan UMKM saat ini. Pelaku usaha didorong tidak hanya mampu menghasilkan dan menjual produk, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Penekanan kita saat ini adalah menuju kepada UMKM naik kelas. Kita ingin agar UMKM bukan hanya bisa produksi, kemudian bisa jualan, tetapi juga mereka bisa menguasai kemampuan teknologi yang sekarang lagi berkembang, seperti artificial intelligence dan lain-lain,” ucapnya.

Manfaat pendampingan tersebut turut dirasakan Fitri, salah satu anggota komunitas yang bergabung sejak 2023. Berawal dari hobi memasak dan melihat peluang pasar, ia mengembangkan usaha makanan ringan yang diproduksi secara mandiri.

Produk yang dipasarkan antara lain keripik pisang, kacang bawang, stik, peyek, dan berbagai jenis keripik lainnya. Fitri menangani proses usaha mulai dari produksi hingga pemasaran.

Menurutnya, bergabung dengan komunitas memberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan, memperluas jaringan usaha, serta mengikuti berbagai pelatihan yang mendukung perkembangan bisnisnya.

“Alhamdulillah banyak perkembangan. Karena kita UMKM, ada pelatihan-pelatihan yang bisa kita ikuti dan jalani. Akhirnya kita juga banyak teman dan relasi, sehingga sampai sekarang tetap berjalan jualan,” ujarnya.

Selain memasarkan produk secara langsung, Fitri juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller. Langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas pemasaran produknya.

Meski memiliki harapan menjangkau pasar luar daerah, Fitri memilih memperkuat pemasaran lokal terlebih dahulu sebelum mengembangkan usahanya ke wilayah yang lebih luas.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update