Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Satelit NASA Tangkap Asap Karhutla di Kalimantan, Kalbar Catat 2.010 Titik Panas

✍️ Lilis Handayani 🕒 05 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Citra satelit Terra milik NASA menangkap lapisan asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti bagian selatan Kalimantan pada Sabtu pagi.
Citra satelit Terra milik NASA menangkap lapisan asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti bagian selatan Kalimantan pada Sabtu pagi. Foto: istimewa

kalbardaily.com - Satelit Terra milik NASA menangkap sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan bagian selatan pada Sabtu (3/10/2026).

Citra satelit tersebut menunjukkan adanya lapisan asap di sejumlah kawasan Kalimantan saat aktivitas titik panas masih terdeteksi dalam jumlah tinggi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, sebanyak 20.928 titik panas terdeteksi di Indonesia dalam periode 24 jam hingga Sabtu (3/10) pukul 11.15 WIB.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 5.941 titik. Kalimantan Barat berada di posisi berikutnya dengan 2.010 titik panas.

Sementara Kalimantan Timur tercatat memiliki 1.360 titik dan Kalimantan Selatan sebanyak 897 titik. 

Asap Karhutla Terpantau Satelit Terra

Citra asap tersebut diperoleh menggunakan sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang terpasang pada satelit Terra.

Satelit Terra merupakan salah satu satelit pengamat Bumi milik NASA yang digunakan untuk memantau berbagai kondisi permukaan Bumi, termasuk aktivitas kebakaran dan sebaran asap.

Pemantauan kebakaran di Indonesia juga memanfaatkan data dari sejumlah satelit, termasuk Terra dan Aqua serta SNPP dan NOAA. Data tersebut kemudian menjadi salah satu sumber pemantauan aktivitas karhutla melalui sistem SiPongi.

NASA sebelumnya juga mencatat bahwa citra satelit MODIS dapat menunjukkan sebaran asap dalam skala luas di Kalimantan. Namun, deteksi satelit memiliki keterbatasan ketika asap sangat tebal, awan menutupi permukaan, atau kebakaran terjadi di bawah tutupan vegetasi dan gambut. 

20.928 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia

Dari total 20.928 titik panas yang terdeteksi pada periode tersebut, sebanyak 1.278 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 18.563 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, dan 1.087 titik masuk kategori rendah. 

Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas anomali suhu permukaan di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, jumlah titik panas tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran.

Satu lokasi kebakaran dapat menghasilkan lebih dari satu titik panas. Karena itu, setiap indikasi yang diperoleh dari satelit tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Kementerian Kehutanan juga menggunakan tingkat kepercayaan hotspot sebagai salah satu indikator dalam menentukan prioritas pemantauan dan penanganan karhutla.

Kalbar Jadi Salah Satu Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Tingginya jumlah hotspot di Kalimantan Barat menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla di Indonesia.

Sebelumnya, pemantauan SiPongi hingga 2 Oktober juga menunjukkan Kalbar termasuk wilayah prioritas dengan peningkatan hotspot tingkat kepercayaan tinggi. Pada saat itu, Kalbar tercatat memiliki 246 hotspot high confidence. 

Sebaran asap yang tertangkap satelit menunjukkan bahwa dampak kebakaran dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara apabila aktivitas kebakaran berlangsung dan asap menyebar ke kawasan permukiman.

Karena itu, perkembangan titik panas, kondisi asap, cuaca, serta kualitas udara perlu terus dipantau bersama dengan hasil pengecekan di lapangan.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update