Prabowo Ungkap Potensi Bauksit Kalimantan, Nilai Tambah Bisa Naik hingga 66 Kali
KalbarDaily.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mendorong hilirisasi sumber daya alam, termasuk melalui pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi aluminium.
Hilirisasi tersebut dinilai dapat memberikan peningkatan nilai tambah yang signifikan dibandingkan apabila bauksit dijual dalam bentuk mentah.
Prabowo mencontohkan pengembangan industri aluminium terintegrasi melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina hingga alumina menjadi aluminium.
"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali. Dan ini sedang kita kerjakan semua," ujar dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
Prabowo juga memproyeksikan hilirisasi bauksit dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga US$15 miliar sampai US$16 miliar pada 2030.
"Kita perkirakan 2030 dari bauksit kita bisa mencapai 15 sampai 16 miliar dolar," katanya.
Selain nilai ekonomi, pemerintah juga memperkirakan pengembangan industri hilirisasi bauksit membutuhkan investasi sebesar US$26 miliar dan dapat menciptakan 229.000 lapangan kerja baru.
"Cadangan bauksit kita keenam terbesar di dunia. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita," kata Prabowo.
