Polres Mempawah Bangun Sumur Bor untuk Perkuat Penanganan Karhutla
kalbardaily.com – Polres Mempawah membangun sejumlah sumur bor di titik strategis sebagai sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya berada di Pondok Pesantren Al Husniyah, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh.
Bupati Mempawah Erlina bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung fasilitas tersebut pada Senin (5/10) pagi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan sumur bor dapat digunakan secara optimal dalam penanganan karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi atas pembangunan sumur bor ini. Karena, sumur bor ini memiliki manfaat ganda. Selain membantu penanganan karhutla, juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Erlina.
Menurut Erlina, ketersediaan sumber air menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Polres Mempawah menyediakan fasilitas tersebut di lokasi yang dinilai strategis.
“Terima kasih kepada Polres Mempawah yang telah membangun sumur bor ini. Mudah-mudahan keberadaannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan air sehari-hari, dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya kita dalam penanggulangan karhutla,” tuturnya.
Erlina juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat sumur bor sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat dan masyarakat.
“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat terus melakukan upaya pencegahan, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting, termasuk menjaga sumber air dan lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
Akses Lokasi Jadi Pertimbangan
Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan sumur bor dapat memberikan manfaat secara maksimal, baik ketika digunakan untuk pemadaman karhutla maupun memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pesantren di sekitar lokasi.
“Selain untuk penanganan karhutla, tentunya sumur bor ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang juga terdapat pesantren di sekitarnya untuk kebutuhan air sehari-hari,” katanya.
Agus menjelaskan, akses menuju sumber air menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan sumur bor. Hal tersebut penting agar kendaraan maupun peralatan pemadam dapat mencapai sumber air dengan cepat ketika terjadi kebakaran.
“Yang kita lihat bukan hanya ada sumber airnya, tetapi juga bagaimana akses menuju lokasi. Ketika terjadi kebakaran, mobil tangki maupun peralatan harus bisa masuk dan mengambil air dengan cepat,” terangnya.
Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar
