Penyuluh Agama Kristen Beri Pembinaan Rohani bagi Perempuan Peserta Rehabilitasi Narkoba di Singkawang
kalbardaily.com – Penyuluh Agama Kristen memberikan pembinaan rohani kepada peserta rehabilitasi narkoba khusus perempuan di Singkawang Utara, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat motivasi peserta dalam menjalani pemulihan serta membangun harapan untuk menata kehidupan yang lebih baik.
Pembinaan yang dilaksanakan Erni, Adri, Erna, Martinus Pien, dan Andin tersebut mengangkat tema “Kenali Diri, Sayangi Raga, Bangkit dari Ketergantungan”.
Dalam kegiatan itu, para peserta diajak memahami potensi diri, menghargai kehidupan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk memperbaiki masa depan.
“Para peserta juga diajak memahami bahwa setiap orang memiliki nilai dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Dengan kemauan untuk berubah, dukungan yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan, setiap individu memiliki peluang untuk membangun kembali kehidupannya,” kata Erni, kemarin.
Tema pembinaan tersebut menekankan pentingnya mengenali diri, menjaga kesehatan, dan membangun tekad untuk bangkit dari ketergantungan. Peserta didorong memahami tantangan yang dihadapi sekaligus belajar mengambil keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Pesan Kenali Diri mengajak peserta menyadari potensi serta mengenali hal-hal yang perlu diperbaiki. Sementara itu, Sayangi Raga menekankan pentingnya menjaga tubuh dan kehidupan melalui pilihan yang positif.
Adapun pesan Bangkit dari Ketergantungan mengingatkan bahwa pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen. Setiap langkah menuju perubahan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
“Dalam perspektif iman Kristen, pembinaan rohani menjadi ruang untuk menumbuhkan pengharapan, memperdalam rasa syukur, dan membangun keyakinan bahwa kehidupan dapat diperbarui. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta menghadapi proses pemulihan dengan lebih kuat dan penuh semangat,” ujarnya.
Pembinaan rohani ini juga menunjukkan peran penyuluh agama dalam memberikan dukungan moral dan spiritual kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu peserta mempertahankan semangat selama menjalani proses rehabilitasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin percaya pada kemampuan diri, mampu membangun kebiasaan yang lebih sehat, dan memiliki motivasi untuk merencanakan masa depan secara positif.
