Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Kalbar Dapat Rp846,68 Miliar

✍️ Lilis Handayani 🕒 19 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meninjau langsung proses revitalisasi di SMAN 7 Pontianak Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meninjau langsung proses revitalisasi di SMAN 7 Pontianak Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Foto: istimewa

kalbardaily.com - Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di Indonesia sepanjang 2026 untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar. Dari program tersebut, sebanyak 943 sekolah di Kalimantan Barat mendapat dukungan anggaran sebesar Rp846,68 miliar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan revitalisasi di SMAN 7 Pontianak dan SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (17/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perbaikan fasilitas sekolah berjalan sesuai kebutuhan dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi murid dan guru.

“Kita targetkan revitalisasi ribuan satuan pendidikan tahun ini sebagai wujud komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran anak bangsa di seluruh Indonesia,” ujar Mu’ti.

Anggaran Revitalisasi Sekolah di Kalbar Capai Rp846,68 Miliar

Di Kota Pontianak, program revitalisasi pada 2026 mencakup 46 sekolah dengan total anggaran Rp38,35 miliar. Pelaksanaannya juga melibatkan 585 tenaga kerja lokal.

Salah satu penerima bantuan adalah SMAN 7 Pontianak yang memperoleh alokasi Rp1,05 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas.

Kepala SMAN 7 Pontianak, Ibrahim, mengatakan sekolah yang berdiri sejak 1973 itu membutuhkan perbaikan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan. Penanganan diprioritaskan pada bagian yang mendesak demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga sekolah.

“Maka dari itu yang darurat kami utamakan dulu, demi kenyamanan dan keamanan belajar,” ujar Ibrahim.

Keterbatasan ruang kelas yang layak turut memengaruhi pelaksanaan pembelajaran di sekolah tersebut. Selama dua tahun terakhir, SMAN 7 Pontianak menerapkan dua sesi belajar, yakni pagi dan sore, untuk mengakomodasi kebutuhan rombongan belajar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 7 Pontianak, Reza Pratama, mengatakan fasilitas yang memadai dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran dan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih optimal.

“Kami sangat butuh bantuan terkait pembangunan ini, karena ketika kita mempunyai prasarana dan sarana yang bagus, kita bisa melangkah lebih jauh juga,” ungkap Reza.

Siswi kelas XII SMAN 7 Pontianak, Aida Nafisa Aristantio, berharap proses revitalisasi dapat segera selesai sehingga guru dan siswa bisa memanfaatkan fasilitas sekolah dengan lebih nyaman.

“Kami berharap revitalisasi gedung ini dapat segera selesai sehingga guru bisa kembali memiliki ruang guru dan anak murid bisa belajar dengan normal,” tuturnya.

SD di Kubu Raya Terima Bantuan Rp2,2 Miliar

Selain di Pontianak, revitalisasi juga menyasar SD Negeri 39 Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya. Sekolah tersebut memperoleh bantuan sebesar Rp2,2 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru.

Siswi kelas 6A SD Negeri 39 Sungai Raya, Aqila Viandra, menyambut gembira rencana pembangunan fasilitas baru di sekolahnya. Ia berharap ruang kelas yang lebih baik dapat membuat kegiatan belajar semakin menyenangkan.

“Wah senang banget, karena ruangan baru juga, tambah senang, tambah semangat,” ucap Aqila.

Perbaikan fasilitas di kedua sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ketersediaan sarana pendidikan yang layak di berbagai daerah.

Target Nasional Naikkan Kualitas Fasilitas Pendidikan

Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 16.167 sekolah telah menerima program revitalisasi.

Melalui program tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berupaya memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk memastikan setiap anak memperoleh fasilitas belajar yang memadai.

“Mari terus bersemangat dan berdedikasi mencerdaskan bangsa, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas,” imbau Mu’ti.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update