Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemerintah Putus Kepala Api dan Siapkan 30 Sumur Bor untuk Atasi Karhutla

✍️ Lilis Handayani 🕒 14 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Foto: istimewa

kalbardaily.com – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui strategi pemutusan kepala api menggunakan alat berat serta rencana pembangunan sekitar 30 sumur bor di kawasan rawan kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan pergerakan utama api agar kebakaran tidak semakin meluas. Pemerintah juga berencana menambah empat hingga lima unit ekskavator untuk membantu membuat sekat api di lapangan.

“Sekarang kita coba memutus kepala apinya. Kepala apinya yang kita putus dengan kecepatan, menggunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi. Ini akan tambah nanti ada mungkin 4-5 ekskavator lagi untuk menyekat apinya,” ujar Raja Juli, seperti dikutip Rabu (14/10/2026).

Selain pengerahan alat berat, pembangunan sumur bor disiapkan untuk memastikan ketersediaan air bagi petugas pemadam. Sumur tersebut direncanakan berjarak sekitar 50 meter di sepanjang kepala api sehingga dapat mendukung proses pemadaman di titik-titik prioritas.

Pemerintah juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan kelembapan dan mendukung upaya pengendalian kebakaran. Penyemaian garam dilakukan pada awan potensial, termasuk di wilayah yang tidak mengalami karhutla, sebagai bagian dari strategi tersebut.

“Apakah itu dari kebupaten yang ada Karhutla atau tidak, tetap kita semai (garam ke awan potensial) untuk melakukan pelembapan,” tuturnya.

Water Bombing Menyesuaikan Kondisi Lapangan

Pemadaman melalui jalur udara tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah. Namun, pengerahan helikopter untuk melakukan water bombing bergantung pada kondisi jarak pandang dan keamanan penerbangan di lokasi kebakaran.

“Kita akan terus berusaha ketika nanti ada celah untuk waterbombing turun. Kita turun, jadi tidak kurang-kurang,” tegas Raja Juli.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pengendalian api di tengah kondisi lapangan yang menantang.

Raja Juli juga menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla selama sekitar tiga bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menangani kebakaran sekaligus menerima masukan dari masyarakat.

“Kami sangat berempati dan oleh karena itu sekaligus ini memotivasi kami untuk bekerja dengan lebih sungguh-sungguh,” katanya.

Menurut Raja Juli, kritik dan evaluasi publik menjadi bagian penting untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah dalam menangani karhutla.

“Kritik itu adalah vitamin, obat untuk memotivasi kami untuk bekerja lebih keras,” pungkasnya.

Penguatan pemadaman darat, penyediaan sumber air, modifikasi cuaca, serta dukungan operasi udara diharapkan dapat membantu menekan penyebaran api dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat maupun lingkungan.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update