KPID Kalbar Dorong Penguatan Konten Lokal di Tengah Perkembangan Era Digital
kalbardaily.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat (Kalbar) berkolaborasi dengan Komisi I DPRD Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengawal Konten Lokal di Era Digital”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Meranti, Gedung DPRD Kalbar, Pontianak, Rabu (30/9/2026). Forum menjadi ruang untuk menghimpun masukan terkait penguatan konten lokal di tengah perkembangan media dan teknologi digital.
Ketua KPID Kalbar Ramdan mengatakan konten lokal memiliki peran penting dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat penyiaran di daerah.
“Betapa pentingnya terus mengangkat isu-isu lokal yang terdengar di publik, selain sebagai informasi dan edukasi, tapi juga menjadi bagian dari penguatan penyiaran,” ujar Ramdan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi lembaga penyiaran dan media untuk memproduksi, mempopulerkan, serta mendistribusikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi melalui berbagai platform digital membuat kualitas konten lokal menjadi semakin penting. Konten yang diproduksi di daerah diharapkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat.
Ramdan menyebut pembahasan penguatan penyiaran juga berkaitan dengan perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran di tingkat pusat.
“Sekarang ini kan lagi terus bergulir pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyiaran. Informasinya sudah masuk ke tahap kedua dan sudah keluar surat pengantar berkaitan dengan bentuk pembahasan lanjutan tersebut,” katanya.
KPID Kalbar nantinya akan memberikan masukan dalam proses pembahasan RUU Penyiaran, termasuk mengenai kepentingan penyiaran di daerah dan keberadaan konten lokal.
Hasil FGD tersebut akan dihimpun dan dirumuskan menjadi masukan bagi penguatan ekosistem penyiaran dan media lokal di Kalimantan Barat.
Melalui forum tersebut, KPID Kalbar berharap konten lokal tetap memiliki ruang di tengah transformasi digital sekaligus mampu menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat.
