Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Inflasi Kalbar September 2026 Capai 4,35 Persen, Harga Pangan Jadi Perhatian

✍️ Lilis Handayani 🕒 06 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Inflasi Kalbar September 2026 Capai 4,35 Persen, Harga Pangan Jadi Perhatian
Foto: istimewa

kalbardaily.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pengendalian harga di tengah tekanan inflasi yang terjadi pada September 2026.

Berdasarkan perkembangan inflasi gabungan lima kabupaten/kota sampel, Kalbar mencatat inflasi sebesar 0,79 persen secara bulanan (mtm) pada September. Secara tahunan, inflasi tercatat 4,35 persen (yoy).

Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat inflasi bulanan sebesar 0,20 persen.

Meski demikian, inflasi Kalbar sepanjang 2026 masih diprakirakan berada dalam sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.

Harga Pangan Jadi Salah Satu Pemicu

Tekanan inflasi September terutama terlihat pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,79 persen terhadap inflasi bulanan Kalbar. Sementara kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran turut memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Sejumlah komoditas hortikultura menjadi salah satu sumber tekanan harga. Perubahan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi pasokan dan distribusi pangan di daerah.

Situasi tersebut juga berlangsung ketika Kalbar menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpengaruh terhadap kondisi hidrometeorologi.

El Nino hingga Karhutla Jadi Perhatian

Fenomena El Nino berpotensi memengaruhi sejumlah kondisi di Kalbar, mulai dari kekeringan, penurunan debit sungai, keterbatasan air bersih hingga ancaman intrusi air laut.

Karhutla juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat berdampak terhadap aktivitas produksi maupun distribusi komoditas pangan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan dengan baik.

TPID Perkuat Pengendalian Harga

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalbar bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga.

Pengendalian dilakukan dengan memantau kondisi pasokan, kelancaran distribusi, serta perkembangan harga sejumlah komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan, pemerintah menargetkan tekanan harga tetap dapat dikendalikan sehingga inflasi Kalbar berada dalam sasaran yang telah ditetapkan. 

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update