Fahmi Dorong Penyederhanaan Izin Investasi dan Optimalisasi Pelabuhan Kijing
kalbardaily.com – Praktisi ekonomi Kalimantan Barat, Muhammad Fahmi, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyederhanakan birokrasi perizinan dan memperkuat kepastian hukum untuk menarik investasi. Optimalisasi kawasan perbatasan serta Pelabuhan Internasional Kijing juga dinilai penting untuk memperluas perdagangan dan meningkatkan perekonomian daerah.
Fahmi mengatakan, prosedur perizinan yang rumit dapat membuat investor, khususnya penanam modal asing (PMA), mempertimbangkan kembali rencana investasinya. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pelayanan perizinan dan memberikan kepastian hukum dalam regulasi penanaman modal.
“Penyederhanaan pelayanan perizinan diperlukan agar investor, khususnya Penanaman Modal Asing (PMA), tidak mengurungkan niat menanamkan modal akibat prosedur yang dinilai rumit. Selain itu, harus ada kepastian hukum dalam regulasi penanaman modal asing,” kata Muhammad Fahmi di Pontianak, Kamis.
Menurut Fahmi, Kalbar memiliki posisi strategis untuk menarik investasi karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Sejumlah jalur perlintasan di wilayah tersebut berpotensi dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi lintas negara.
Ia menilai kawasan perbatasan perlu dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga sebagai pusat perdagangan, pariwisata, jasa, dan investasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu kawasan yang memiliki potensi tersebut adalah Temajuk, Kabupaten Sambas, yang terhubung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia. Keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk dinilai dapat membuka peluang perdagangan, pariwisata, konektivitas, dan kerja sama ekonomi lintas batas.
“Pemerintah harus mampu menjadi penghubung antara pengusaha dan masyarakat sehingga investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada penanaman modal, tetapi mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” kata dia.
Pelabuhan Kijing Dinilai Berpeluang Perkuat Ekspor Kalbar
Selain mengembangkan kawasan perbatasan, Fahmi mendorong pemerintah memaksimalkan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai infrastruktur pendukung investasi dan perdagangan global.
Pelabuhan tersebut telah melayani ekspor langsung sejumlah komoditas, antara lain alumina, alumina hydroxide, kelapa, dan produk olahan kelapa, dengan tujuan Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, serta Taiwan.
Menurut Fahmi, keberadaan pelabuhan dapat membantu memangkas rantai logistik sekaligus meningkatkan daya saing produk asal Kalimantan Barat di pasar internasional.
“Pemerintah Kalbar perlu siapkan langkah strategis dalam hal investasi untuk kemajuan perekonomian di provinsi ini,” katanya.
Ia berharap prosedur ekspor, impor, dan investasi dari luar negeri dapat disederhanakan agar pelaku usaha tidak terbebani aturan yang berbelit-belit.
Fahmi juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi supaya rantai produksi, distribusi, dan pemasaran komoditas dari maupun menuju Kalimantan Barat berjalan lebih lancar.
Optimalisasi Pelabuhan Kijing dinilai dapat mendukung target pemerintah daerah untuk menjadikannya pintu utama ekspor Kalbar sekaligus mengembangkan perannya sebagai pusat logistik internasional.
“Penguatan konektivitas pelabuhan ini diharapkan dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Kalbar dalam perdagangan internasional,” kata dia.
