Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Dewi Pertiwi Resmi Diluncurkan di Jakarta, Dorong Pemberdayaan Perempuan

✍️ Lilis Handayani 🕒 02 Oct 2026 👁️ 14x dibaca
Dewi Pertiwi resmi dideklarasikan dan diluncurkan di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dewi Pertiwi resmi dideklarasikan dan diluncurkan di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: istimewa

kalbardaily.com - Organisasi Dewi Pertiwi resmi dideklarasikan dan diluncurkan di Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Organisasi tersebut membawa semangat pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan sosial dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Ketua Umum Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, mengajak seluruh anggota dan pengurus menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah bagi perempuan untuk saling mendukung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Fenty menegaskan bahwa Dewi Pertiwi dibangun bersama oleh seluruh anggota. Ia meminta para pengurus tidak memandang jabatan hanya sebagai kedudukan, melainkan sebagai amanah untuk melayani.

Fenty memperkenalkan tiga prinsip yang menjadi landasan Dewi Pertiwi, yakni bergerak, berdaya, dan berdampak.

"Bergerak, artinya kita ada di mana perempuan membutuhkan, bukan di mana kamera berada. Berdaya, artinya kita tidak mengasihani perempuan. Kita membuka jalan, lalu berjalan di sampingnya," ujar Fenty.

Ia berharap Dewi Pertiwi dapat berkembang hingga berbagai daerah di Indonesia. Organisasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat.

Sebelumnya, Dewi Pertiwi telah menggelar kegiatan Akademi Dewi Pertiwi di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat. Kegiatan di Kubu Raya pada Agustus 2026 diarahkan untuk membentuk kader penggerak perempuan yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui deklarasi nasional tersebut, Dewi Pertiwi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kegiatan pemberdayaan perempuan dan memperluas manfaat organisasi di berbagai wilayah Indonesia.

Organisasi Dewi Pertiwi resmi dideklarasikan dan diluncurkan di Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Organisasi tersebut membawa semangat pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan sosial dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Ketua Umum Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, mengajak seluruh anggota dan pengurus menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah bagi perempuan untuk saling mendukung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Fenty menegaskan bahwa Dewi Pertiwi dibangun bersama oleh seluruh anggota. Ia meminta para pengurus tidak memandang jabatan hanya sebagai kedudukan, melainkan sebagai amanah untuk melayani.

Fenty memperkenalkan tiga prinsip yang menjadi landasan Dewi Pertiwi, yakni bergerak, berdaya, dan berdampak.

"Bergerak, artinya kita ada di mana perempuan membutuhkan, bukan di mana kamera berada. Berdaya, artinya kita tidak mengasihani perempuan. Kita membuka jalan, lalu berjalan di sampingnya," ujar Fenty.

Ia berharap Dewi Pertiwi dapat berkembang hingga berbagai daerah di Indonesia. Organisasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat.

Sebelumnya, Dewi Pertiwi telah menggelar kegiatan Akademi Dewi Pertiwi di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat. Kegiatan di Kubu Raya pada Agustus 2026 diarahkan untuk membentuk kader penggerak perempuan yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui deklarasi nasional tersebut, Dewi Pertiwi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kegiatan pemberdayaan perempuan dan memperluas manfaat organisasi di berbagai wilayah Indonesia.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update