Bangun Infrastruktur Dasar Kawasan Perbatasan Temajuk, Pemkab Sambas Butuh Anggaran hingga Rp400 Miliar
KalbarDaily.com — Pemerintah Kabupaten Sambas memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembenahan total infrastruktur dasar di kawasan perbatasan RI-Malaysia, Temajuk, Kecamatan Paloh, mencapai Rp350 miliar hingga Rp400 miliar. Alokasi ini disiapkan guna mentransformasi kawasan perbatasan agar tidak sekadar menjadi titik perlintasan, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata lintas negara.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas, Septiza, menjelaskan bahwa estimasi pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi penataan berbagai sektor vital perbatasan.
"Angka kasarnya paling tidak sekitar Rp350 miliar sampai Rp400 miliar," kata Septiza di Sambas, Kamis (17/9/2026).
Kebutuhan anggaran tersebut meliputi peningkatan kapasitas jalan dan konektivitas, penguatan jaringan telekomunikasi dan internet, penyediaan sarana air bersih, sanitasi, pasokan listrik yang andal, hingga penyediaan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi.
Pengusulan Akses Jalan Wisata Teluk Atong dan Penguatan Layanan Dasar
Kendati akses utama menuju Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk saat ini sudah dapat beroperasi, Pemkab Sambas menilai kualitas konektivitas yang ada belum cukup ideal untuk menampung lonjakan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan lintas batas.
Guna memperkuat konektivitas pariwisata serta memacu pertumbuhan UMKM lokal, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jalan akses wisata Teluk Atong sepanjang 4,8 kilometer yang belum tercakup dalam Instruksi Presiden.
Di samping itu, penguatan layanan air bersih, jaringan komunikasi, dan keandalan pasokan listrik dipandang sangat mendesak agar kapasitas penunjang perbatasan siap menghadapi pertumbuhan kawasan dalam skala internasional.
Skema Pembiayaan Lintas Sektor dan Peningkatan Fasilitas CIQS
Mengingat besarnya kebutuhan alokasi dana, Pemkab Sambas menyadari pembangunan kawasan strategis perbatasan ini tidak dapat ditopang sepenuhnya oleh APBD kabupaten semata. Pengembangan Temajuk memerlukan sinergi pendanaan yang melibatkan anggaran pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga dukungan investasi sektor swasta.
Selain fisik infrastruktur, penguatan aspek kelembagaan perbatasan seperti fasilitas Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) juga membutuhkan tambahan personel, keandalan teknologi pelayanan, serta keterpaduan integrasi antarinstansi.
"Jangan membangun Temajuk hanya agar orang bisa masuk dan keluar. Bangun Temajuk agar orang ingin datang, tinggal, berbelanja, berinvestasi dan kembali lagi," kata dia.
Septiza menekankan bahwa pembenahan infrastruktur yang solid merupakan fondasi utama agar pembukaan perlintasan PLB Temajuk-Telok Melano mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat perbatasan.
