Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Antrean BBM Ketapang Mulai Terurai, Polisi Amankan 8 Orang

✍️ Lilis Handayani 🕒 19 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
BBM Ketapang.
BBM Ketapang. Foto: istimewa

kalbardaily.com - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai berkurang. Kepolisian memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) masih aman dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama menyampaikan hal tersebut setelah memeriksa kondisi antrean di sejumlah SPBU bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Senin (19/10/2026).

“Situasi antrean BBM di SPBU saat ini sudah mulai terurai. Stok BBM di Kabupaten Ketapang aman, masyarakat jangan panic buying,” kata Putra.

Ia mengatakan, kepolisian terus mengawasi distribusi BBM untuk mencegah praktik penyalahgunaan yang dapat menghambat masyarakat mendapatkan bahan bakar. Pengawasan antara lain menyasar pembelian berulang untuk dijual kembali, penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi, serta dugaan penimbunan BBM.

“Sejak 12 September, kami telah mengamankan 8 orang yang diduga terlibat penyalahgunaan BBM,” ungkap Putra.

Polisi Terbitkan Tiga Laporan Dugaan Penyalahgunaan BBM

Selain mengamankan delapan orang, kepolisian telah menerbitkan tiga laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan BBM di Ketapang.

Perkara yang ditangani mencakup dugaan penggunaan kendaraan dengan tangki tambahan untuk menampung Pertalite, penyimpanan BBM dalam jeriken, serta pembelian Pertalite dari warga yang sedang mengantre di SPBU untuk kemudian dijual kembali.

Putra menegaskan, seluruh kasus masih dalam proses pendalaman. Penyidik menelusuri asal-usul BBM, tujuan penguasaan, serta dugaan keterlibatan masing-masing pihak.

“Proses hukum akan dilakukan berdasarkan alat bukti dan unsur tindak pidana yang terpenuhi,” ujarnya.

Pembelian BBM Bersubsidi Dibatasi Sementara

Antrean di sejumlah SPBU sebelumnya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ketapang setelah distribusi BBM mengalami hambatan.

Untuk menjaga pemerataan pasokan, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan sementara pembelian BBM bersubsidi. Kendaraan roda dua dibatasi maksimal 3 liter, sedangkan kendaraan roda empat maksimal 20 liter.

Kebijakan tersebut ditujukan agar distribusi lebih merata dan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh BBM.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengoptimalkan pasokan BBM ke Ketapang melalui Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola SPBU untuk menjaga ketertiban pelayanan serta memastikan distribusi berlangsung sesuai kuota harian.

Dengan antrean yang mulai terurai, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan maupun pembelian berlebihan.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update