Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ancaman Karhutla di Kapuas: Api Dekati Rumah Warga, Petugas Lakukan Pemadaman Intensif

✍️ Hendri Kurnia 🕒 19 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Karhutla di Kapuas nyaris menjalar ke rumah warga
Karhutla di Kapuas nyaris menjalar ke rumah warga Foto: istimewa

KAPUAS — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan dan memasuki fase krusial. Kobaran api yang membakar semak belukar dan vegetasi kering dilaporkan bergerak sangat cepat hingga mendekati area permukiman padat penduduk. Beruntung, kesiapsiagaan dan respons cepat personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta para relawan berhasil menghadang laju si jago merah tepat beberapa meter sebelum melahap bangunan rumah warga. Petugas berjuang keras menahan gempuran hembusan angin yang terus memperluas sebaran titik api.

Penanganan darurat langsung dilakukan secara intensif di lokasi kejadian setelah laporan masuk dari masyarakat setempat yang panik melihat asap tebal membubung tinggi di sekitar pemukiman mereka. Kobaran api yang membakar lahan gambut serta semak belukar yang mengering akibat cuaca terik dengan cepat menjalar menuju dinding-dinding rumah warga.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih fatal dan meluas, Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran Lahan bergerak cepat menerjunkan puluhan personel beserta armada lengkap. Strategi pemadaman terbagi menjadi dua sektor utama, yakni penanganan dari jalur darat menggunakan kendaraan mesin pompa portabel serta pemadaman dari armada jalur air memanfaatkan aliran sungai terdekat untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Upaya Keras Tim Gabungan Menjinakkan Api

Proses pemadaman di lapangan tidak berjalan dengan mudah. Petugas harus berhadapan langsung dengan cuaca ekstrem, angin kencang yang sering berubah arah, serta keterbatasan pasokan air di beberapa titik kritis. Selain itu, karakteristik tanah gambut yang tebal membuat api tidak hanya membakar bagian permukaan lahan, tetapi juga merambat di dalam tanah (underground fire), sehingga menyulitkan proses pembasahan secara menyeluruh.

Petugas di lapangan berulang kali melakukan penyemprotan secara masif ke bagian tanah yang mengeluarkan asap pekat demi memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru (re-ignition).

Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama terkendalinya situasi mencekam tersebut. Anggota Kepolisian bersama personel TNI dan petugas BPBD membagi tugas: sebagian fokus melakukan pemadaman langsung di garis depan yang berbatasan dengan rumah warga, sementara sebagian lainnya membantu mensterilkan lokasi serta menenangkan warga sekitar yang khawatir rumah mereka terlahap api.

Kesaksian dan Imbauan Resmi

Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian sempat berada dalam kondisi siaga satu. Asap hitam tebal dan hawa panas yang menyengat sempat membumbung tinggi, membuat beberapa kepala keluarga bersiap mengevakuasi barang-barang berharga milik mereka.

Petugas gabungan menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. Penyebab pasti munculnya titik api di lahan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib, namun indikasi awal mengarah pada kombinasi cuaca panas terik serta vegetasi semak belukar yang sangat mudah terbakar.

Pihak berwenang dan kepolisian setempat secara tegas kembali memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar (clearing land by burning). Tindakan pembakaran lahan secara sembarangan di tengah kondisi cuaca kering tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat luas.

Kondisi Terkini dan Langkah Antisipasi

Setelah berjam-jam berjibaku menahan pergerakan api, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan kobaran utama yang mengancam rumah penduduk. Meski api utama telah berhasil dipadamkan, tim penyiram dan pemadam tetap berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down).

Proses pendinginan ini sangat penting dilakukan pada lahan jenis gambut guna memastikan seluruh struktur tanah benar-benar basah dan bebas dari potensi bara api yang dapat menyala kembali saat terhempas angin kencang.

BPBD Kabupaten Kapuas mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi atau kemunculan titik asap sekecil apa pun di sekitar lingkungan mereka. Kerja sama antara warga dan Satgas Karhutla diharapkan mampu mencegah terulangnya kejadian serupa yang berpotensi merugikan dan mengancam keselamatan warga Kapuas.

HK
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update