Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

361 Personel Jepang Terima Satyalancana Usai Bantu Tangani Karhutla Kalbar

✍️ Lilis Handayani 🕒 01 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan dari 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) atas dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan dari 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) atas dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026). Foto: istimewa

kalbardaily.com – Misi bantuan Jepang dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah berakhir. Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan tersebut, Pemerintah Indonesia menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF).

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dilakukan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Rabu (30/9/2026). Upacara turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi beserta delegasi kedua negara.

Dari 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) yang menerima penghargaan, sebanyak 92 personel hadir langsung sebagai perwakilan dalam upacara tersebut. Penyematan secara simbolis diberikan kepada tiga pimpinan JDR, yakni Col. Nakahara Shunji, Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, dan Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Sjafrie mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas bantuan Jepang dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia.

"Saya mendapatkan intruksi dari Presiden Republik Indonesia untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas bantuan kerja sama Pemerintah Jepang dalam bertugas memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia," kata Sjafrie.

Bantuan Jepang dalam penanganan karhutla di Kalbar dilakukan dengan mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook. Operasi pemadaman berlangsung selama sekitar dua pekan dan dilakukan dalam koordinasi dengan Satgas TNI serta BNPB.

Selama operasi, tiga helikopter tersebut tercatat melakukan lebih dari 40 kali penerbangan water bombing dengan total lebih dari 220 ton air yang dijatuhkan untuk membantu penanganan titik api di sejumlah wilayah Kalbar, termasuk Pontianak dan Ketapang.

Menurut Sjafrie, keterlibatan Jepang juga menjadi bagian dari hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang. Bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan kemanusiaan ketika terjadi bencana.

"Kerja sama pertahanan tidak hanya diwujudkan melalui dialog atau latihan militer semata, tetapi juga diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi kemanusiaan di saat masyarakat menghadapi krisis, berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit," ujarnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, dukungan helikopter CH-47 dari Jepang diintegrasikan ke dalam operasi Satgas TNI untuk membantu BNPB menangani karhutla.

Sementara itu, bantuan Jepang secara resmi diakhiri pada Selasa (29/9/2026) setelah pemerintah Jepang menilai dukungan tersebut telah membantu mencegah kebakaran semakin meluas.

Berakhirnya misi tersebut menandai selesainya dukungan operasional JMSDF dalam penanganan karhutla di Kalbar, sementara penanganan kebakaran selanjutnya dilanjutkan oleh unsur Indonesia.

LH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update